Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Minggu, 20 Desember 2009

‘Titi Teliti’ Di Dunia Maya



Berkat internet, setiap kali Anda memerlukan informasi, Anda hanya perlu mengetikkan kata kunci, lalu menekan tombol enter, dan beberapa detik kemudian, ratusan bahkan bisa ribuan jawaban sudah terhampar di depan mata. Beginilah cara teknologi internet memanjakan hidup kita. Tetapi, perlu diingat, informasi yang membanjir itu sebaiknya tidak ditelan mentah-mentah. Tak ubahnya keranjang, dunia maya ini tidak hanya menyajikan ilmu dan fakta baru yang memang ilmiah dan teruji kebenarannya, namun juga menjadi ’bak’ penampungan bagi segala bentuk gosip atau kabar yang tidak jelas asal muasalnya. Salah menyitir, Anda sendiri yang kena getahnya!

CEK LAGI, LAGI, & LAGI...

Cara mengecek sebuah informasi dari internet itu hoax atau bukan, menurut Budi Putra (praktisi TI yang juga blogger), adalah dengan mencari dukungan sumber lain lewat laman pencarian, seperti google.com. “Kalau terbukti hoax, biasanya banyak laman yang memuat berita klarifikasinya,” ungkapnya lagi.

Dari sisi teknologi, Anda bisa memanfaatkan software antihoax yang banyak ditawarkan perusahaan perangkat lunak komputer. Atau, Anda bisa mengeceknya secara gratis lewat bank data tentang semua hoax yang pernah beredar di internet lewat laman-laman tepercaya. Cukup ketik nama file yang dicurigai sebagai hoax ke dalam kolom pencarian, dan mesin akan mengecek apakah benar file tersebut hoax atau bukan.

Namun, cara ini bukan jaminan untuk menyelesaikan masalah. Sebab, teknologi antihoax atau antivirus semacam ini bekerja berdasarkan sistem database. Jadi, kalau di database tidak ada, maka virus maupun hoax tidak akan terdeteksi. Karena itu, Anda harus rajin melakukan update antihoax dan antivirus lewat internet.

Lain lagi kisah Clint Eastwood. Ia kaget bukan main ketika mendapati bahwa selama ini banyak orang mengenalnya sebagai artis vegan. Pemilik restoran Mission Ranch di California ini mengaku tak pernah menjadi vegan seumur hidupnya. Fakta ini terungkap dalam salah satu wawancaranya dengan wartawan The New York Times, 10 Desember 2008. Sang wartawan sendiri mengaku mendapat informasi ini dari laman Wikipedia, yang menampilkan kutipan langsung dari sang selebriti. Kutipan ini dilansir dari edisi lama harian Los Angeles Times. Anehnya, Clint sendiri merasa tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Di kalangan pengguna internet, laman Wikipedia kondang sebagai sumber acuan untuk memperoleh segala informasi yang kita inginkan. Mulai dari info sebuah negara, kejadian penting dunia, sampai biografi selebriti atau para tokoh, dunia politik, sosial, budaya, bahkan sampai kriminal, bisa didapatkan di laman ini.

Sebenarnya, masalah bukan terletak pada Wikipedia, namun pada sejauh mana pengguna memahami aturan main berburu informasi di internet. Kalau Wikipedia saja tetap perlu diwaspadai, apalagi informasi yang bersumber dari blog. Blog sangat mudah dibuat oleh siapa saja, dan bukan tidak mungkin informasi di dalamnya hanya rekayasa pihak tertentu.

Selain itu, cari sumber primer atau asalnya. Menurut Budi, hal ini bisa ditengarai dari tanggal pemuatan artikel yang biasa tercantum di sudut atas atau bagian bawah halaman situs. Meskipun cara ini cukup membantu dalam mendapat gambaran utuh sebuah informasi, tetap saja belum menjamin bahwa informasi itu benar. Ibarat robot, mesin pencari akan menampilkan semua situs, tanpa membedakan antara yang credible dan yang tidak. “Kita sendiri yang harus pintar memilah informasi,” sambungnya.


Penulis: Naomi Jayalaksana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar